KATARAK TRAUMATIK PDF

Latar Belakang: Katarak Traumatik merupakan katarak yang muncul sebagai akibat cedera pada mata yang dapat merupakan trauma perforasi ataupun tumpul. Traumatic cataracts occur secondary to blunt or penetrating ocular trauma. Infrared energy (glass-blower’s cataract), electric shock, and. Katarak adalah kekeruhan (bayangan seperti awan) pada lensa tanpa nyeri, yang berangsur-angsur penglihatan kabur dan akhirnya tidak.

Author: Kagis Zule
Country: Indonesia
Language: English (Spanish)
Genre: Education
Published (Last): 9 July 2014
Pages: 204
PDF File Size: 7.82 Mb
ePub File Size: 2.47 Mb
ISBN: 294-8-82134-652-1
Downloads: 26714
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Faukora

Traumatik Ulser traumatic ulcer.

Cedera otak traumatik Full description. Sap Katarak Full description. Pendahuluan Fungsi utama lensa adalah memfokuskan cahaya ke retina. Untuk memfokuskan cahaya yang dating dari jauh, otot-otot siliaris relaksasi, meregangkan serat zonula dan memperkecil diameter antero-posterior lensa sampai ukurannya yang terkecil, dalam posisi ini, daya refraksi lensa diperkecil sehingga berkas cahay para llel akan terfokus ke retina.

Gangguan lensa dapat berupa kekeruhan, distrosi, dislokasi, dan anomaly geometric. Pasien yang mengalami gangguan-gangguan tersebut mengalami kekaburan penglihatan tanpa nyeri. Kekeruhan lensa disebut juga dengan katarak. Kesan tersebut terjadi akibat keruhnya lensa akibat hidrasi lensa, denaturasi protein lensa atau keduanya. Penuaan merupakan penyebab utama katarak, namun dapat pula disebabkan faktor lain seperti trauma, toksin, penyakit sistemik seperti diabetesmerokok, dan faktor keturunan.

Di Amerika Serikat, terdapat lebih dari 2,5 juta kasus pertahun. Sedangkan di Indonesia terdapat 70 ribu kasus pertahun. Secara umum dianggap bahwa katarak hanya mengenai orang kaarak.

Makin lanjut usia seseorang makin besar kemungkinan mendapatkan katarak. Pada saat ini katarak banyak ditemukan pada masyarakat. Hal ini akibat bertambahnya manula sebagai dampak dari menuingkatnya menuingkatn ya kesejahteraan. Katarak berasal dari bahasa Yunani cataracta yang berarti air terjun. Asal kata ini mungkin sekali karena pasien katarak seakan-akan melihat sesuatu seperti tertutup oleh air terjun di depan matanya.

Seorang dengan katarak akan melihat benda seperti ditutupi kabut. Katarak yang berkaitan dengan usia tramuatik penyebab utama gangguan penglihatan. Katarak traumatik adalah katarak yang terjadi akibat trauma, baik trauma tembus maupun trauma tumpul pada bola mata yang terlihat sesudah beberapa hari atau traumatjk tahun. Katarak traumatik ini dapat muncul akut, subakut, ataupun gejala sisa dari trauma mata.

presentasi katarak by Bije Jepiash on Prezi

Energi inframerah, aliran listrik, dan radiasi ion jarang menjadi penyebab katarak traumatik. Ektoderm permukaan selain membentuk lensa juga membentuk glandula lakrimalis, epitel kornea, konjungtiva, glandula adneksa, dan epidermis palpebra. Perkembangan mata mulai tampak pada mudigah 22 hari sebagai sepasang lekukan dangkal pada sisi kanan dan kiri otak depan.

Dengan menutupnya tabung saraf ,lekukan-lekukan ini membentuk kantong-kantong keluar pada otak depan, yaitu gelembung mata. Gelembung ini selanjutnya menempel pada ektoderm permukaan dan menginduksi perubahan ektoderm.

Gelembung mata melakukan invaginasi dan membentuk piala mata yang berdinding rangkap. Lapisan dalam dan luar mata ini mula-mula dipisahkan oleh suatu rongga, ruangan intraretina, yang segera akan menghilang dan kemudian kedua lapisan tersebut saling berlekatan.

Pembentukan fissura ini memungkinkan arteri hyaloidea mencapai ruangan dalam mata. Sel-sel ektoderm permukaan yang semula menempel pada gelembung mata mulai memanjang dan membentuk plakoda lempeng lensa. Vesikel ini terdiri dari satu lapis sel-sel sel-sel kuboid yang menjadi membran dasar kapsul lensadan mempunyai diameter kira-kira 0,2 mm. Setelah pembentukan gelembung lensa, sel-sel dinding posterior memanjang ke arah depan dan membentuk serabut-serabut panjang yang berangsur-angsur mengisi lumen gelembung lensa tersebut.

  HARMONOGRAM GANTTA PDF

Pada hari ke 40 kehamilan lumen gelembung lensa secara lengkap menghilang. Nuklei serabut lensa primer bergerak mendekati lamina basalis posterior ke dalam serabut lensa dan selanjutnya menjadi piknotik sebagai organel intraseluler. Satu lapisan kuboid ini menjadi epitel lensa. Sisi posteriornya berkembang ke arah polus posterior lensa di dalam kapsul lensa. Serabut lensa posterior terbentuk pada usia kehamilan bulan yang membentuk nukleus fetal.

Setelah 20 tahun pada daerah tengah serabut lensa kurang lunak dan nukleus lensa menjadi kaku. Saat lensa berkembang, suatu struktur pendukung nutrisi, tunika vaskulosa lentis terbentuk mengelilinginya.

KATARAK TRAUMATIK

Pada usia kehamilan 1 traumatikk, arteri hialoid memberikan kapilerkapiler kecil yang membentuk jaringan anastomosis yang menutupi daerah posterior lensa yang sedang berkembang. Cabang-cabang kapsul vaskuler posterior masuk ke dalam kapilerkapiler kecil yang yang kemudian tumbuh ke arah equator lensa, lensa, di mana mereka beranastomosis beranastomosis dengan vena-vena tramuatik dan membentuk bagian kapsulopupilari dari tunika aktarak lentis.

Anatomi Lensa mata merupakan struktur globuler yang transparan, terletak di belakang iris, di depan badan kaca. Lensa berbentuk lengkung cakram, tidak mengandung pembuluh darah, dengan tebal 4 mm dan diameter 9 mm. Lensa diliputi oleh kapsula lentis yang bekerja sebagai membran semi permeabel yang melarutkan air dan elektrolit untuk makanannya.

Substansi lensa terdiri dari nukleus dan korteks yang terdiri dari lamel-lamel yang panjang dan konsentris. Secara fisiologik lensa mempunyai sifat tertentu, yaitu kenyal atau lentur karena memegang peranan terpenting dalam akomodasi untuk menjadi cembung, dan kataark transparan karena diperlukan sebagai media penglihatan yang berfungsi memfokuskan berkas cahaya ke retina.

Selama embriogenesis mendapatkan perdarahan dari pembuluh darah hyaloids dan setelah itu secara total suplainya tergantung pada humor akuous dan vitreus. Lensa terdiri dari tiga bagian yaitu kapsul elastis 1,2,3 dan epitelium lensa yang terletak pada permukaan anterior lensa, korteks dan nucleus. Etiologi Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut, akan tetapi dapat juga akibat kelainan sejak lahir kongenitalataupun akibat dari beberapa penyakit mata yang diderita sebelumny.

Bermacam-macam penyakit mata dapat mengkibatkan katarak seperti glaukoma, ablasi, uveitis, dan retinitis pigmentosa. Katarak dapat pula terjadi akibat adanya riwayat trauma benturan pada daerah mata. Dengan katwrak tuanya seseorang maka lensa mata akan kekurangan air dan menjadi lebih padat.

Lensa akan menjadi keras pada bagian tengahnya, sehingga kemampuannya memfokuskan benda dekat berkurang. Hal ini mulai terlihat pada usia 40 tahun di mana mulai timbul kesukaran melihat dekat presbiopia. Pembentukan katarak secara kimiawi ditandai oleh penurunan penyerapan oksigen dan mula-mula terjadi peningkatan kandungan air diikuti oleh dehidrasi.

Kandungan natrium dan kalsium meningkat; kandungan kalium, asam askorbat, dan protein berkurang. Pada lensa yang mengalami katarak tidak ditemukan glutation.

Perkembangan katarak menjadi berat berat memakan waktu dalam dalam bulan hingga tahun. Kadang-kadang katarak berhenti berkembang pada stadium dini dan penglihatan terlihat tidak mengalami kemunduran. Biasanya katarak juvenil ini merupakan katarak yang didapat dan banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Katarak juvenile yang terlihat setelah usia 1 tahun dapat terjadi karena: Epidemiologi Di Amerika Serikat diperkirakan terjadi 2,5 juta trauma mata setiap tahunnya.

  CLUB SHADOWLANDS 01 CHERISE SINCLAIR PDF

Trauma merupakan penyebab tertinggi untuk buta monokuler pada orang kelompok usia dibawah 45 tahun. Setiap tahunnya diperkirakan Dilihat dari jenis kelamin, perbandingan terjadinya katarak traumatik laki-laki dan perempuan adalah 4: Dengan bertambahnya angka harapan hidup maka diperkirakan pada tahun prevalensinya akan meningkat 1 menjadi dua kali.

Katarak kongenital dapat berkembang dari genetik, trauma atau infeksi prenatal dimana kelanan utama terjadi di nukleus lensa. Kekeruhan sebagian pada lensa yang sudah didapatkan pada waktu lahir dan umumnya tidak meluas dan jarang sekali mengakibatkan keruhnya seluruh lensa. Katarak juvenil merupakan katarak yang terjadi pada anak-anak sesudah lahir. Kekeruhan lensa terjadi pada saat masih terjadi perkembangan serat-serat lensa.

Katarak senilis adalah jenis katarak yang paling sering dijumpai. Katarak ini akan berkembang lambat dan selalu diasosiasikan dengan menurunnya penglihatan dekat yang disebabkan 2,8,9 oleh perubahan lensa. Katarak kortikal merusak lapisan lensa terluar.

Kekeruhan yang tampak seperti gelombang rreguler dan perifer ke sentral lensa. Kekeruhan terus berkembang hingga mengganggu penglihatan jauh dan dekat.

Sel-sel tersebut secara cepat membentuk plak yang keruh di pusat aksis visual. Ketajaman penglihatan seringkali memburuk pada cahaya yang terang ketika pupil mengecil. Katarak traumatik dapat terjadi akibat trauma taumatik, agen-agen fisik radiasi, arus listrik, panas dan dingin serta pengaruh osmotik.

Katarak toksik jarang terjadi. Berdasarkan stadiumnya, katarak dibagi menjadi stadium insipien, stadium imatur, stadium matur, dan stadium hipermatur. Stadium insipien Stadium yang paling dini, yang belum menimbulkan gangguan visus. Kekeruhan terutama terdapat pada bagian perifer berupa bercak-bercak seperti baji jari-jari rodaterutama mengenai korteks anterior, sedangkan aksis relatif masih jernih.

Kalau tidak ada kekeruhan di lensa, maka sinar dapat masuk ke dalam mata tanpa ada yang dipantulkan. Tak ada bayangan iris. Di pupil tampak lensa yang seperti mutiara. Dengan melebarkan pupil, akan tampak bahwa kekeruhan hanya terdapat pada daerah pupil saja. Keadaan ini disebut vera matur. Melalui pupil, pada daerah yang keruh, nukleus ini terbayang sebagai setengah lingkaran di bagian bawah, dengan warna yang lain daripada bagian yang diatasnya, yaitu kecoklatan.

Keadaan ini disebut katarak kat arak Morgagni. Pada perjalanan dari stadium I ke stadium IV, dapat timbul suatu keadaan yang disebut intumesensi yaitu penyerapan cairan bilik mata depan oleh lensa sehingga lensa menjadi cembung dan iris terdorong ke depan, bilik mata depan menjadi dangkal.

Hal ini tidak selalu terjadi. Pada umumnya u mumnya terjadi pada stadium II. Patofisiologi Trauma tumpul bertanggung jawab dalam mekanisme coup dan contrecop. Mekanisme coup adalah mekanisme dengan dampak langsung. Mekanisme contrecoup menunjuk kepada kagarak yang jauh dari tempat trauma yang disebabkan oleh gelombang energy yang kaatrak sepanjang garis sampai kebelakang. Peregangan ekuatorial dapat meregangkan kapsul lensa, zonula atau keduanya.

Trauma tembus yang secara langsung menekan kapsul lensa menyebabkan opasitas kortikal pada tempat trauma. Trauma yang disebabkan oleh benturan dengan bola keras adalah salah satu contohnya.